Kelas : 3DA02
NPM : 48214747
Tugas : Tugas 2 Softskill
ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN dan CONTOH KASUS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN
1. Pengertian Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
Analisis pembandingan adalah teknik analisis laporan kuangan yang dilakukan dengan cara menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan informasi keuangan atau data lain baik dalam rupiah atau dalam unit. Teknik perbandingan juga dapat menunjukkan kenaikan dan penurunan dalam rupiah atau unit dan juga dalam persentase atau perbandingan dalam bentuk angka perbandingan atau rasio.
Analisis perbandingan laporan keuangan merupakan analisis vertikal-horizontal yang membandingkan antara setiap pos-pos yang sama dalam laporan keuangan untuk periode beberapa tahun (periode) sehingga dapat diketahui perkembangan (tren) atau kecenderungannya. Yang diperbandingkan adalah hasil penilaian yang diperoleh dari kinerja perusahaan selama beberapa tahun.
Secara umum hasil analisis perbandingan laporan keuangan dapat ditunjukkan dalam bentuk:
- Jumlah dalam rupiah
- Jumlah penurunan dalam rupiah
- Jumlah kenaikan dalam rupiah
- Perbandingan dalam %
- Perbandingan dlm btk rasio
2. Apa yang dibandingkan ?
Perbandingan antarpos laporan dapat dilakukan melalui:
1. Perbandingan dalam dua atau beberapa tahun (horizontal) misalnya laporan keuangan tahun 1993, dibandingkan den laporan keuangan tahun 1994. Perbandingan antara 1996, 1995, 1994, dan seterusnya.
2. Perbandingan dengan perusahaan yang dianggap terbaik.
3. Perbandingan dengan angka-angka standar Industri yang berlaku (Industrial Norm). Di Indonesia standar ini belum tetapi di USA beberapa perusahaan mengkhususkan diri mensupply informasi rasio ini misalnya Moody’s, Standard & Poor dan lain-lain.
4. Perbandingan dengan budget (anggaran).
5. Perbandingan dengan bagian, divisi, atau seksi yang ada dalam suatu perusahaan.
3. Tujuan dan Manfaat Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
Tujuan dilakukannya perbandingan laporan keuangan perusahaan ialah sebagai berikut :- Mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan atau data lainnya dalam dua atau lebih periode yang dibandingkan.
- Membandingkan data keuangan dua periode atau lebih, sehingga dapat memperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang akan diambil oleh pihak-pihak yangberkepentingan.
- Menentukan bagaimana setiap pos laporan keuangan berubah, mengapa pos-pos tersebut berubah, dan apakah perubahan tersebut menguntungkan ataukah tidak.
- Memberikan gambaran atau laporan kemajuan secara periodik yang dilakukan pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan.
- Dapat menyajikan data historis serta menyeluruh yang terdiri dari data yang ada merupakan hasil kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi serta pendapat pribadi.
- Membantu para manajer, karena dengan laporan keuangan yang diperbandingkan untuk beberapa periode dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan.
4. Fungsi atau Kegunaan Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
Fungsi dan kegunaan analisis ini adalah :
- Untuk mengetahui perubahan masing-masing unsur laporan keuangan dalam beberapa periode.
- Sebagai dasar pembuatan perencanaan,kebijaksanaan, keputusan, serta tindakan operasional manajemen perusahaan pada periode yang akan datang.
Metode yang biasa digunakan untuk membandingkan laporan keuangan adalah sebagai berikut :
- Analisis horizontal
- Analisis Vertikal
Perbandingan dapat juga dilakukan antara laporan yang sudah dikonversikan ke angka indeks atau laporan bentuk common size awam. Metode ini dianggap lebih mudah dan lebih sederhana menafsirkannya dibanding laporan aslinya. Dalam melakukan analisis laporan keuangan teknik perbandingan ini kita dapat membandingkannya dengan angka-angka laporan keuangan tahun lalu, angka laporan keuangan perusahaan sejenis, rasio rata-rata industri, dan rasio normatif sebagai perbandingan (yardstick).
6. Prosedur perbandingan laporan keuangan yang baik
Langkah awal yang baik didalam melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan menyajikan laporan keuangan secara komparatif, misalnya untuk dua atau tiga tahun atau lebih. Dengan penyajian laporan keuangan seperti ini akan adapat diperoleh gambaran mengenai pergerakan dan kecenderungan serta memberikan petunjuk yang berharga didal rangka memprediksi masa datang.
Pembandingan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode dapat dilakukan dengan menghitung perubahan dari tahun ketahun, baik dalam jumlah absolute (rupiah) maupun dengan prosentase. Didalam perbandingan laporan keuangan, perubahan baik dalam absolute (rupiah) maupun prosentase, keduanya harus dipertimbangkan. Hal ini disebabkan karena ukuran rupiah dari dasar yang berbeda, yang digunakan untuk menghitung perubahan prosentase dapat mengakibatkan perubahan prosentase yang besar, melebihi porsinya. Sebagai contoh, suatu perubahan sebesar 20% dari satu angka Rp 1 juta adalah jauh lebih tidak ada artinya dibandingkan dengan perubahan yang sama dari angka Rp 100 juta.
Perbandingan Laporan Keuangan
Dengan Comperative Balance Sheet atau memperbandingkan Neraca yang menunjukkan aset, Hutang serta Modal perusahaan pada dua tanggal atau lebih akan dapat diketahui perubahan-perubahan :
• Laba atau rugi yang bersifat operasionil maupun insidentil
• Diperolehnya Aset maupun perubahan bentuk Aset
• Timbulnya atau lunasnya hutang maupun perubahan bentuk hutang yang satu ke
hutang lainnya
• Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan modal saham (penambahan atau
pengurangan modal)
Dalam membuat perbandingan antara berbagi laporan keuangan biasanya aktiva tertentu seperti aktiva tidak berwujud (goodwill, hak patent, hak pengarang,dll) dan biaya yang ditangguhkan tidak diikutsertakan, karena sering tidak komparabel. Hal ini disebabkan masing-masing perusahaan mempunyai ciri-ciri khas mengenai aktiva tersebut.
Dalam membandingkan laporan keuangan dapat digunakan 2 jenis sumber data ;
• Mempergunakan laporan keuangan dari satu perusahaan untuk bebrapa tahun
• Membandingkan laporang keuangan dari beberapa perusahaan untuk tahun yang sama.misalnya tahun 2010 saja.
Langkah-langkah dalam menganalisis neraca :
1. Analisis terhadap perubahan jumlah totalnya (misalnya perubahan jumlah aktiva)
2. Analisis terhadap peruabhan subtotalnya (misalnya perubahan aktiva lancar, hutang lancar, aktiva tetap dan peruabahn subtotal lainnya)
3. Analisis terhadap peruabahan-perubahan yang terjadi di dalam masing-masing pos.
Laporan laba rugi yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan, biaya, laba, atau rugi bersih dari hasil operasiperusahaan dalam dua periode atau lebih.
keuntungan utama diketahuinya kenaikkan atau penurunan adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat denganjelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisis lebih lanjut dan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dari hasil-hasil yang telah dicapai.
Dengan membandingkan atau menghubungakan antara perubahan yang satu dengan perubahan lainnya akan dapat ditarik kesimpulan megenai perubahan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
Tahun Perbandingan
Apabila Laporan keuangan yang dibandingkan lebih dari dua periode atau tahun maka digunakan tahun pembanding/dasar dengan cara :
- Tahun awal digunakan sebagai tahun pembanding
- Perbandingan dilakukan dengan data dari tahun sebelumnya
- Dasar pembandingnya adalah rata-rata dari jumlah kumulatif seluruh periode yang
bersangkutan
Trend Dalam Prosentase
- Teknik analisa ini hanya praktis apabila digunakan jangka waktu lebih dari tiga tahun.
- Dalam menganalisa mengunakan indeks yang dinyatakan dalam prosentase.
Common Size Statement
Merupakan laporan keuangan yang dinyatakan dengan prosentase, karena tiap komponen atau posdinyatakan dalam persentase.
Metode dengan merubah jumlah rupiah menjadi prosentase dilakukan sebagai berikut :
• Nyatakan total aset, total passiva serta total penjualan netto masing-masing
dengan 100%
• Hitunglah ratio dari tiap tiap pos atau komponen dalam laporan tersebut dengan
cara membagi rupiah dari masing-masing pos aktiva dengan total aktivanya, pos
pasiva dengan total pasivanya dan pos rugi laba dengan total penjualan; dikalikan
100%
Evaluasi Common Size Statement
a. Laporan prosentase per komponen menunjukkan prosentase dari total Aktiva yang
telah ditanamkan dalam masing-masing jenis Aktiva.
Dengan membandingkan rata-rata industri sebagai keseluruhan dari perusahaan
sejenis, maka dapat diketahui apakah perusahaan tersebut Over invesment atau
Under Invesment, sehingga dapat dilakukan kebijakan perusahan yang lebih
favorabel.
b. Menunjukkan pula distribusi dari Hutang dan Modal, sumber-sumber dana yang
diinvestasikan dalam aktiva tersebut sehinga dapat diketahui kemampuan
perusahaan untuk memperoleh kredit dari pihak luar.
c. Prosentase per komponen yang terdapat dalam Neraca merupakan prosentase per
komponen terhadap total Aktiva, sehingga perbandingan horisontal hanya akan
menunjukkan trend of ralationship tidak menunjukkan perubahan absolut.
d. Prosentase per komponen dalam hubungannya dengan laporan Laba Rugi,
menunjukkan jumlah atau prosentase dari penjualan netto yang diserap tiap-tiap
individu biaya dan prosentase yang masih tersedia untuk income. Oleh karenanya
Comman Size Statement banyak digunakan dalam hubungannya dengan Income
Statement sedangkan untuk Neraca tidak banyak digunakan.
Dalam upaya perbandingan ini kita harus memiliki standard sebagai ukuran lain yang dijadikan untuk membandingkan laporan yang kita miliki. Tanpa standar pembanding itu kita tidak akan dapat menilai keadaan atau posisi perusahaan yang dinilai. Dalam melakukan perbandingan ini perlu diyakinkan bahwa:
1. Standar penyusunan laporan keuangan harus sama.
2. Size dari perusahaan yang dibandingkan harus diperhatikan bukan berarti harus sama.
3. Periode laporan yang dibandingkan harus sama khususnya untuk laporan laba rugi dan komponennya. Tidak diperkenankan laporan Laba/Rugi satu tahun dibandingkan dengan laporan Laba Rugi satu semester.
7. Contoh Kasus dan Analisa Perbandingan Laporan Keuangan
Berikut merupakan analisis perbandingan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan anak perusahaan dengan menggunakan metode analisis horizontal yaitu dengan membandingkan laporan keuangan pada periode tahun sebelumnya:
PT HANJAYA MANDALA
SAMPOERNA Tbk.
Neraca Komparatif
Per 31 Desember 2009
Dengan angka
perbandingan untuk tahun 2008
(dalam jutaan rupiah kecuali dinyatakan lain)
Neraca
|
31-Des
|
Perubahan
|
||
2008
|
2009
|
Rupiah
|
%
|
|
ASET
|
|
|
|
|
Aset
lancar
|
|
|
|
|
Kas dan
setara kas
|
499.362
|
527.681
|
28.319
|
5.67
|
Piutang
usaha
|
|
|
|
|
-Pihak
ketiga-bersih
|
116.591
|
447.362
|
330.771
|
283.70
|
-Pihak
hubungan istimewa
|
16.347
|
48.658
|
32.311
|
197.66
|
Piutang
lainya
|
|
|
|
|
-Pihak
ketiga
|
405.328
|
25.325
|
(380.003)
|
(93.75)
|
-Pihak
hubungan istimewa
|
167.096
|
198.758
|
31.662
|
18.95
|
Persediaan
- bersih
|
7.657.848
|
9.539.067
|
1.881.219
|
24.56
|
Pajak
dibayar dimuka
|
470.490
|
472.741
|
2.251
|
0.48
|
Uang muka pembelian
tembakau
|
1.547.275
|
1.295.793
|
(251.482)
|
(16.25)
|
Beban
dibayar dimuka dan
|
|
|
|
|
aset lainya
|
156.950
|
133.259
|
(23.691)
|
(15.09)
|
|
|
|
|
|
Jumlah
aset lancar
|
11.037.287
|
12.688.643
|
1.651.356
|
14.96
|
|
|
|
|
|
Aset tidak
lancar
|
|
|
|
|
Aset pajak
tangguhan
|
74.435
|
63.226
|
(11.209)
|
(15.05)
|
Penyertaan
saham
|
22.373
|
20.587
|
(1.786)
|
(7.98)
|
Aset tetap
- setelah dikurangi
Akumulasi
penyusutan sebesar
Rp.
2.099.422 pada tahun 2009 ( 2008 : Rp.1.725.765 )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.329.506
|
4.310.194
|
(19.312)
|
(0.44)
|
|
Tanah
untuk pengembangan
|
175.689
|
175.772
|
83
|
0.04
|
Godwill-bersih
|
313.014
|
275.167
|
(37.847)
|
(12.09)
|
Aset
lainya - bersih
|
181.515
|
182.858
|
1.343
|
0.73
|
|
|
|
||
Jumlah
aset tidak lancar
|
5.096.532
|
5.027.804
|
(68.728)
|
(1.34)
|
|
|
|
||
JUMLAH
ASET
|
16.133.819
|
17.716.447
|
1.582.628
|
9.80
|
Analisis >> Pada neraca komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. untuk aktiva lancar mengalami kenaikan sebesar 14,96 %. Kenaikan tersebut dipengaruhi karena banyaknya kenaikan pada akun-akun aktiva lancar, kenaikan terbesar pada piutang usaha pihak ketiga-bersih sebesar 283,70 %. Pada aktiva tidak lancar terjadi penurunan sebesar 1,34 %. Penurunan tersebut dipengaruhi banyaknya penurunan pada aktiva tidak lancar dan penurunan terbesar pada aset pajak tangguhan sebesar 15,05 %.
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
Neraca Komparatif
Per 31 Desember 2009
Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008
|
|||||||
(dalam
jutaan rupiah,kecuali dinyatakan lain)
|
|||||||
Neraca
|
31-Des
|
Perubahan
|
|||||
2008
|
2009
|
Rupiah
|
%
|
||||
KEWAJIBAN
|
|
|
|
|
|||
Kewajiban
jangka pendek
|
|
|
|
|
|||
Pinjaman
jangka pendek
|
|
|
|
|
|||
-
Pihak ketiga
|
986.773
|
653.154
|
(333.619)
|
(33.81)
|
|||
-
Pihak hubungan istimewa
|
|
94.002
|
94.002
|
100
|
|||
Hutan
usaha
|
|
|
|
|
|||
-
Pihak ketiga
|
149.366
|
220.388
|
71.022
|
47.55
|
|||
-
Pihak hubungan istimewa
|
325.294
|
267.752
|
(57.542)
|
(17.69)
|
|||
Hutan
lainya
|
|
|
|
|
|||
-
Pihak ketiga
|
171.045
|
76.890
|
(94.155)
|
(55.05)
|
|||
-
Pihak hubungan istimewa
|
99.316
|
187.755
|
88.439
|
89.05
|
|||
Hutang
pajak
|
954.540
|
864.402
|
(90.138)
|
(9.44)
|
|||
Hutang cukai
|
2.501.174
|
2.827.137
|
325.963
|
13.03
|
|||
Beban yang
masih harus dibayar dan
|
|
|
|
|
|||
kewajiban estimasian
|
906.111
|
839.252
|
(66.859)
|
(7.38)
|
|||
Hutan
dividen
|
482.130
|
657.450
|
175.320
|
36.36
|
|||
Pinjaman
jangka panjang yang jatuh
|
|
|
|
|
|||
tempo dalam waktu satu tahun
|
|
|
|
|
|||
-
Hutan obligasi
|
999.625
|
|
(999.625)
|
(100)
|
|||
-
Hutang sewa pembiayaan
|
66.833
|
58.838
|
(7.995)
|
(11.96)
|
|||
|
|
|
|||||
Jumlah
kewajiban jangka pendek
|
7.642.207
|
6.747.030
|
(895.177)
|
(11.71)
|
|||
|
|
|
|
|
|||
Kewajiban
jangka panjang
|
|
|
|
|
|||
Kewajiban
pajak tangguhan
|
27.506
|
19.161
|
(8.345)
|
(30.34)
|
|||
Pinjaman
jangka panjang
|
|
|
|
|
|||
-
Hutang sewa pembiayaan
|
112.699
|
76.340
|
(36.359)
|
(32.26)
|
|||
Pendapatan
tangguhan
|
57.211
|
44.593
|
(12.618)
|
(22.05)
|
|||
Kewajiban
imbalan pasca - kerja
|
243.941
|
363.398
|
119.457
|
48.97
|
|||
|
|
|
|||||
Jumlah
Kewajiban jangka panjang
|
441.377
|
503.492
|
62.115
|
14.07
|
|||
|
|
|
|
|
|||
HAK
MINORITAS
|
2.339
|
4.309
|
1.970
|
84.22
|
|||
|
|
|
|
|
|||
EKUITAS
|
|
|
|
|
|||
Modal
saham
|
|
|
|
|
|||
Modal dasar - 6.300.000.000
|
|
|
|
|
|||
nilai nominal Rp. 100
|
|
|
|
|
|||
( Rupiah penuh ) per saham
|
|
|
|
|
|||
Modal
ditempatkan dan disetorkan
|
|
|
|
|
|||
penuh - 4.383.000.000
|
|
|
|
|
|||
saham biasa
|
438.300
|
438.300
|
-
|
||||
Tanbahan
modal disetor
|
42.077
|
42.077
|
-
|
||||
Selisih
kurs karena penjabaran
|
|
|
|
|
|||
laporan keuangan
|
658.094
|
614.275
|
(43.819)
|
(6.66)
|
|||
Selisih
transaksi perubahan ekuitas
|
|
|
|
|
|||
anak perusahaan
|
(29.721)
|
(29.721)
|
(-)
|
||||
Saldo laba
|
|
|
|
|
|||
-
dicadangkan
|
90.000
|
90.000
|
-
|
||||
-
belum dicadangkan
|
6.849.146
|
9.306.658
|
2.457.512
|
35.88
|
|||
|
|
|
|||||
Jumlah
ekuitas
|
8.047.896
|
10.461.616
|
2.413.720
|
29.99
|
|||
|
|
|
|||||
JUMLAH
KEWAJIBAN DAN
|
|
|
|
|
|||
EKUITAS
|
16.133.819
|
17.716.447
|
1.582.628
|
9.81
|
|||
Analisis >> Pada neraca komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. untuk aktiva lancar mengalami kenaikan sebesar 14,96 %. Kenaikan tersebut dipengaruhi karena banyaknya kenaikan pada akun-akun aktiva lancar, kenaikan terbesar pada piutang usaha pihak ketiga-bersih sebesar 283,70 %. Pada aktiva tidak lancar terjadi penurunan sebesar 1,34 %. Penurunan tersebut dipengaruhi banyaknya penurunan pada aktiva tidak lancar dan penurunan terbesar pada aset pajak tangguhan sebesar 15,05 %.
PT HANJAYA MANDALA
SAMPOERNA Tbk.
Laporan laba rugi
Komparatif
Per 31 Desember 2009
Dengan angka
perbandingan untuk tahun 2008
(dalam
jutaan rupiah, kecuali laba bersih per saham)
|
||||
Neraca
|
31-Des
|
Perubahan
|
||
2008
|
2009
|
Rupiah
|
%
|
|
Penjualan
bersih
|
34.680.445
|
38.972.186
|
4.291.741
|
12.37
|
|
|
|
|
|
Beban
pokok penjualan
|
24.695.196
|
27.737.465
|
3.042.269
|
12.32
|
Laba kotor
|
9.985.249
|
11.234.721
|
1.249.472
|
12.51
|
Beban
usaha
|
|
|
|
|
Penjualan
|
2.955.457
|
3.148.441
|
192.984
|
6.53
|
Umum dan
administrasi
|
804.559
|
788.513
|
(16.046)
|
(1.99)
|
Jumlah
beban usaha
|
3.760.016
|
3.936.954
|
176.938
|
4.70
|
Laba
operasi
|
6.225.233
|
7.297.767
|
1.072.534
|
(17.23)
|
|
|
|
|
|
(Beban)/
penghasilan lainya
|
|
|
|
|
Laba
penjualan aset tetap
|
18.844
|
54.731
|
35.887
|
190.44
|
Penghasilan
bunga
|
37.423
|
50.327
|
12.904
|
34.48
|
Beban
pembiayaan
|
(166.846)
|
(166.606)
|
240
|
(0.14)
|
Amortisasi
goodwill
|
(37.847)
|
(37.847)
|
-
|
100
|
Beban
penurunan nilai aset
|
(69.403)
|
(4.487)
|
64.916
|
(93.53)
|
Beban
kurtailmen dari
|
|
|
|
|
program pensiun
|
(145.391)
|
-
|
(145.391)
|
100
|
Lain -
lain bersih
|
(64.533)
|
19.335
|
83.868
|
(129.96)
|
|
|
|
||
Beban
lainya - bersih
|
(427.753)
|
(84.547)
|
343.206
|
(80.23)
|
Bagian
laba/(rugi) bersih
|
|
|
||
perusahaan asosiasi
|
(191)
|
246
|
437
|
(228.79)
|
Laba
sebelum pajak penghasilan
|
5.797.289
|
7.213.466
|
1.416.177
|
24.43
|
Beban
pajak penghasilan
|
|
|
||
-
Kini
|
1.925.005
|
2.121.292
|
196.287
|
10.20
|
-
Tangguhan
|
(24.836)
|
2.864
|
27.700
|
(111.53)
|
Beban
pajak penghasilan - bersih
|
1.900.169
|
2.124.156
|
223.987
|
11.79
|
Laba
konsilidasi sebelum
|
|
|
||
hak minoritas
|
3.897.120
|
5.089.310
|
1.192.190
|
30.59
|
Hak
minoritas
|
1.840
|
1.971
|
131
|
7.12
|
Laba
bersih
|
3.895.280
|
5.087.339
|
1.192.059
|
30.60
|
Laba per
saham dasar
|
|
|
|
|
(rupiah penuh) dihitung
|
|
|
|
|
berdasarkan jumlah rata-rata
|
|
|
|
|
tertimbang saham yang beredar
|
|
|
|
|
sebesar 4.383.000.000 saham
|
899
|
1.161
|
262
|
29.14
|
Analisis >> Pada laporan laba rugi komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. mengalami laba, dengan laba bersih sebesar 30,60 %, laba tersebut dipengaruhi banyak akun diantaranya adanya kenaikan pada penjualan bersih sebesar 12,37 %, beban pokok penjualan juga naik sebesar 12,32 %. Untuk laba per saham dasar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. naik sebesar 29,14 %.
Solusi : Dengan adanya perbandingan laporan keuangan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk pada bagian neraca maupun laba rugi dengan membandingkan laporan keuangan perusahaan pada periode sebelumnya, agar perusahaan dapat mempelajari apa yang kurang dan apa yang harus ditambahkan dalam melakukan penjualan, sehingga perusahaan dapat menimilkan resiko kerugian dengan pengeluaran aset dan mendapatkan laba yang diinginkan.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar